Home » » KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WANITA (IV)

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WANITA (IV)



Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”. Aku menjawab, “Ya”. Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’. Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’"Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah, yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga.......???????? Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam????. Tidak." dia adalah wanita yang berkulit hitam ". Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia dihadapan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya. Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan (semoga Allah Memberi mereka petunjuk). Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu...

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”. Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???. Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,
“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”. Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”. Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani). Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kita, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..
(“WANITA PENGHUNI SORGA LEBIH CANTIK DARI BIDADARI SORGA OLEH HABIBATUZ ZAHRAAndhika DAN AL-BANJARI MTP-MENATA HATI)
***
Ibu adalah wanita yang dimuliakan oleh Allah sebagaimana yang tercatat dalam kitab suci al-Quran. Berdasarkan sebuah hadis, umat manusia percaya, syurga itu di bawah telapak kaki ibu. Amat besar dosa derhaka terhadap ibu. Bahkan dikatakan darjat ibu tiga kali lipat dibandingkan ayah dalam hal penghormatan anak kepada kedua orang tuanya.
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah: “Saya ingin berjihad (berjuang) menegakkan agama Allah.” “Apakah ibumu masih hidup?” . Orang itu menjawab: “Ya”. Rasulullah bersabda, “Tetaplah engkau berada dekat di kaki ibumu itu, di sanalah syurga berada.” (HR At-Thabrani). Apa yang sangat membanggakan manusia bahawa Allah s.w.t telah menceritakan kisah ibu dalam kitab suci al-Quran, dengan cara yang amat menyenangkan sekali. Allah berfirman yang bermaksud: “Maka Kami kembalikannya (Musa) ke pangkuan ibunya supaya menyenangkan hatinya dan tidak berduka.” (al-Qasasb : 13)

Alangkah besarnya rahmat Allah terhadap ibu. Dengan anugerah ini dapatlah ibu hidup lebih bahagia dengan menyusukan anak sendiri dan mengasuhnya sehingga besar dengan perbelanjaan dari istana. Sebab dengan menjadi pengasuh dan menyususkan anak raja (Musa) itu, ibu Musa sekeluarga telah dihormati oleh seluruh penduduk Mesir.
Pengorbanan ibu adalah tidak dapat diukur dan dibandingkan. Ia adalah melebihi daripada segala pengorbanan.Ada satu kisah dan ikhtibar yang boleh dipetik daripada sebuah hadis yang bermaksud: “Diriwayatkan daripada Abu Hurairah katanya: seorang yang bernama Juraij (seorang abid dari kalangan bani Israel) sedang mengerjakan ibadat disebuah tempat peribatan. Lalu ibunya datang memanggilnya. Humaid berkata: Abu Rafi’ pernah menerangkan kepadaku mengenai bagaimana Abu Hurairah meniru gaya seorang ibu Juraij ketika memanggil anaknya, sebagaimana beliau mendapatkannya daripada Rasulullah yaitu meletakkan tangannya di bahagian kepala antara dahi dan telinga serta mengangkat kepalanya: Hai Juraij! Aku ibumu, jawablah panggilanku. Ketika itu perempuan tersebut mendapati anaknya memulai solat. Dengan keraguan Juraij berkata kepada diri sendiri. Ya Tuhan, ibuku atau solatku. Tetapi Juraij telah memilih untuk meneruskan solatnya. Tidak berapa lama kemudian, perermpuan tersebut pergi untuk yang kedua kalinya. Ia memanggil: Hai Juraij! Aku ibumu, jawablah panggilanku. Juraij bertanya lagi kepada diri sendiri: Ya Tuhan, ibuku atau solatku. Tetapi, ia masih lagi memilih untuk meneruskan solatnya. Oleh kerana terlalu kecewa akhirnya peermpuan itu berkata: Ya Tuhan, sesungguhnya Juraij adalah anakku. Aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabku. Ya Tuhan, janganlah Engkau matikan ia sebelum mendapat fitnah yang disebabkan oleh perempuan pelacur. Pada suatu hari, seorang pengembala kambing sedang berteduh di tempat peribadatan Juraij yang letaknya jauh terpencil dari orang ramai. Tiba-tiba datang seorang prempuan dari sebuah dusun yang juga sedang berteduh di tempat itu. Kemudian keduanya melakukan perbuatan zina, sehingga melahirkan seorang anak. Ketika ditanya oleh orang ramai: Anak siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak dari penghuni tempat peribadatan ini. Lalu orang ramai berduyun-duyun datang kepada Juraij. Mereka membawa besi tajam seraya berteriak memanggil Juraij yang sedang solat. Maka sudah tentu Juraij tidak melayani panggilan mereka, akhirnya mereka merobohkan bangunan tempat ibadat itu. Tatkala melihat keadaan itu, Juraij keluar menemui mereka. Mereka berkata kepada Juraij, “Tanyalah anak ini!” Juraij tersenyum, kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya “Siapakah bapamu?” Anak itu tiba-tiba menjawab, “Bapaku adalah seorang pengembala kambing.” Setelah mendengar jawapan jujur dari anak tersebut, mereka kelihatan menyesal, lalu berkata: “Kami akan mendirikan tempat peribadatan yang kami robohkan ini dengan emas dan perak,” Juraij berkata. “Tidak perlu, biarkan ia menjadi debu seperti asalnya. Kemudian Juraij meninggalkannya.” (Riwayat al-Bukhari)

Kisah singkat dalam hadis ini menunjukkan betapa ampuhnya doa seorang ibu yang dekat dengan Allah, doanya dapat dikabulkan segera. Allah lebih mendahulukan kepentingan ibu daripada hak-Nya untuk disembah. Atas dasar hadis-hadis inilah umat Islam menyedari bahawa darjat ibu lebih tinggi dari ayah dalam menperolehi pengabdian anak kepada mereka masing-masing. Tidak diragukan bahawa ibu secara alamiah memiliki peranan yang cukup strategik dalam mendidik anak sejak kecil hinggalah dewasa. Syariat Sa’ie di antara bukit Safaa dan Marwah dalam ibadat haji dan umrah ialah memperingati peristiwa yang berlaku kepada Siti Hajar (bonda Nabi Ismail) dan mengekalkan gerak laku seorang ibu, yang mana penuh sabar dan tabah hati mencari air untuk menghilangkan dahaga anaknya. Pengorbanan ini adalah bukti yang nyata bahawa Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada ibu, telah memberi penghargaan yang abadi dengan disyariatkan peristiwa yang dilakukan oleh ibu ini dalam salah satu rukun Islam yang kelima. Justeru itu, kita diperentahkan untuk memohonkan rahmat llahi yang tidak bertepi itu kepada kedua ibubapa kita.

Adalah wajar kita memohon untuk keduanya agar menperolehi lebih banyak dari yang kita perolehi,menbalas budi mereka melebihi budi mereka kepada kita. Bukankah kita diperentahkan untuk melakukan ihsan terhadap mereka berdua. Nyata dan jelas sebabnya mengapa Islam memberi penghormatan ini kepada wanita yang dipanggil ibu itu. Tidak lain kerana kedudukannya yang penting dan peranannya dalam setiap kehidupan manusia adalah amat besar. Wanita itulah yang menjadi sumber alam yang pertama bagi permulaan sesuatu kehidupan manusia setelah mereka keluar dari alam zuriat.
Ibn Batutta menyatakan seseorang ibu itu berhak menerima kebaikan daripada anaknya kerana susah payah yang dialaminya sendirian ketika hamil, bersalin dan ketika menyusukannya. Manakala bapa berhak menerima kebaikan daripada anaknya kerana kerjasamanya dengan ibu dalam memberi nafkah dan mendidik anak-anak.
Al-Qurtubi, seorang pakar tafsir menunjukkan bahawa ibu adalah orang yang paling berhak menerima kebaikan yang berupa kasih sayang dan perhormatan daripada anak-anaknya iaitu sebanyak tiga kali ganda jika dibandingkan dengan kebaikan yang berupa kasih sayang dan penghargaan yang berhak diterima oleh seorang bapa daripada anak-anaknya. Rasulullah s.a.w. menyebut perkataan ibu sebanyak tiga kali sedangkan bapa hanya sekali sahaja iaitu pada kali yang terakhir (keempat). Al-Qurtubi menyatakan, jika berlaku pertembungan keperluan antara bapa dan ibu dalam mendapat khidmat anaknya, maka ibulah yang lebih berhak diutamakan. Namun begitu, ibu tidak akan dapat menikmati kebaikan, kasih sayang dan penghargaan daripada anaknya, sekiranya dia gagal mendidik dan membimbing anak-anaknya dengan sempurna mengikut lunas-lunas yang dikehendaki oleh syarak. Menghormati ibu, mentaatinya, sedia berkhidmat kepadanya, tidak mengingkari perintahnya kecuali pada perkara yang bertentangan dengan syarak, adalah menjadi sebab seseorang itu dapat masuk ke syurga.

(“WANITA YANG DIMULIAKAN ALLAH” OLEH VERA PENDAMBA SURGA)
***

Masih ingatkah kisah Penyihir Jahat dalam cerita Snow With? Penyihir bertubuh ramping, berbibir tipis dengan jemari yang sangat lentik dan berkuku tajam? Dengan hidungnya yang terlalu mancung, membuatnya menjadi bukan hanya cantik tetapi sekaligus menyeramkan, dan berkali kali dia bertanya kepada cermin, ”Wahai cermin, cerminku yang ajaib. Siapakah wanita tercantik di dunia ini?” Jawab cermin yang agak ketakutan, ”Dulu memang kamu, tapi sekarang ssssssnooww white hffhhhp..... Desis cermin khawatir dirinya pecah terkena pukulan Si Penyihir Jahat. Dan ketika melihat bedanya Snow White dangan Si Penyihir, sejenak kita akan melihat perbedaan dan kemudian menyetujui bahwa si cermin benar. Bahwa Snow White lebih cantik dari Sang Penyihir, tetapi bukanlah yang tercantik di dunia ini! Lalu, siapakah wanita tercantik di dunia ini? Jawabannya tergantung pada bagaimana media menampilkan sosok wanita dalam berbagai tampilan.

Hampir semua orang di dunia ini sepakat bahwa wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Subhanallah bila melihat bagaimana kita di Indonesia dengan kulit sawo matang yang ada dimana mana, dan hampir bisa dipastikan bahwa sebagai wanita berkulit sawo matang, akan mengundurkan diri dari balik cermin Si Penyihir.
Kita tidak akan masuk kriteria wanita tercantik itu. Kemudian kita menggunakan cream pemutih wajah, jamu peramping perut dan conditioner herbal penumbuh rambut agar panjang dan ikal. Ini semua menjadikan wanita menjadi tidak percaya diri terhadap inner beauty yang telah ALLOH berikan padanya sejak lahir, dan akan menunjukkan auranya ketika sudah mencapai akil baligh. Sekarang kalau ditanya siapakah wanita yang tercantik atau dianggap cantik di muka bumi ini? Maka persepsi yang ditanamkan media, dengan dipelopori dunia barat, segera menunjuk gadis berkulit putih yang tinggi semampai, dan rambut pirang kecoklatan, berbaju sexy terbuka, memperlihatkan aurat yang harusnya ditutupi dan menjadikan semua terbuka agar semakin nampak kecantikannya. Apabila telah terpilih sebagai wanita tercantik di seluruh dunia, maka semua wanita akan berlomba untuk mengikuti gaya dan penampilan sang wanita tercantik di seluruh dunia ini.
Bila kondisi si wanita tidak memiliki kulit putih, tidak bertubuh ramping dan tidak berambut panjang, maka dengan wajah malu dan rupa minder sang wanita beranjak ke belakang dan merasa dirinya buruk. Masya ALLOH, padahal sudah jelas dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa ALLOH menciptakan manusia dengan sebaik baik bentuk : “Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim” artinya : "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." ( Qs. 95 : 4 ). Siapakah yang membuat standar penilaian terhadap ciptaan ALLOH yang Maha Kuasa? Wahai para wanita percayalah bahwa wanita tercantik adalah wanita yang mampu memahami bahwa dia diciptakan dengan sebaik baik bentuk dan dia diciptakan adalah untuk beribadah: “wa maa kholaqtuljinna wal insa illa liya’buduun” artinya : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Qs. 51 : 56).

(“WANITA TERCANTIK” BY ABG ISLAMI)
***

Wanita-wanita yang haram dinikahi :

1) Dilarang kawin dengan wanita musyrik. Allah berfirman : “ dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin jauh lebih baik dari wanita musyrik, walaupun mereka menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin jauh lebih baik dari orang musyrik walau mereka menarik hatimu . mereka mengajak ke surga sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya( perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka menganbil pelajaran. “(QS. Al-Baqarah: 221)”

2) Dilarang kawin dengan wanita dalam masa iddah. Berdasarkan firman Allah:“ dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali secara sekedar mengucapkan.(kepada mereka) perkataan yang ma’ruf). Dan janganlah kamu ber’azam(bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis iddahnya . ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.”(QS. Al-Baqarah:235)

3) Dilarang kawin dengan wanita yang telah dikawin ayahnya. Allah berfirman : “ dan janganlah kamu kawini wanit-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, kecali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesunggahnya perbuatan amat keji dan di benci Allah dan seburuk-buruk jalan yang ditempuh.”(QS. An-Nisaa: 22)

4) Dilarang kawin dengan sebab tertentu. Firman Allah : Diharamkan atas kamu mengawini 1) ibu sendiri 2) anak-anakmu yang perempuan 3) saudara-saudaramu yang seibu atau seayah 4) saudara-saudara bapakmu yang perempuan 5) saudara-saudara ibumu yang perempuan 6)anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki 7)anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan 8) ibu-ibu yang menyusui kamu 9) saudara perempuan persusuan 10) ibu-ibu istri(mertua) 11) anak-anak istri yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri (disetubuhi) , tapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu(dan sudah kamu cerai) , maka tidak berdosa kamu mengawininya 12) (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu) 13) dan menghimpun (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An-Nisaa)

5) . Dilarang kawin dengan wanita yang telah ditalaq tiga. Firman Allah: kemudian jika si manusia mentalaqnya (sesudah talaq yang kedua). Maka perempuan itu tidak halal baginya hingga dia kawin dengan suami lain. Kemudian jika suami lain menceraikanya, maka tidak ada dosa bagi kehidupanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hokum-hukum Allah, diterangkan-Nya pada kaum yang
(mau) mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:230)

6) Dilarang mengawini wanita lebih dari empat. Rasulullah bersabda:” cukuplah bagimu empat orang istri dan lainya diceraikan saja “(HR. Abu Daud dan Thirmidzi)”
7) Mengawini wanita yang berstatus istri orang lain. Mengawini wanita yang masih berstatus istri orang lain adalah haram, sebelum ada kejelasan bahwa wanita itu adalah janda yang benar-benar telah diceraikan suaminya. Hal ini adalah untuk mrenjaga perasaan dan harga diri seseorang yang telah menjadi suaminya. Firman Allah: “dan diharamkan bagi kamumengawininya wanita yng bersuami9, kecuali budak-budak yang kamu miliki ( allah telah menerangkan hokum itu) sebagai tetapanya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu untuk yang demikian(yaitu) mencari istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-iastri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) . sebagai suatu kewajiban, dan tidaklah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa:

(“WANITA-WANITA YANG HARAM UNTUK DINIKAHI” BY MONICA AZZAHRA LOVE ARGLEN)
***

Wanita ideal adalah wanita yang bekerja untuk menghembuskan ruh optimisme dan harapan pada diri seorang laki-laki, baik itu suaminya, anak laki-lakinya, saudaranya, maupun ayahnya. Peranan wanita sangat membantu dalam menggapai cita-cita dan pendorong untuk sampai ke puncak kesuksesan seorang laki-laki menjadi tokoh. Muhammad Utsman A;-Kasyt dalam bukunya “Al-Mar’ah Al-Mitsaliyah fi A’yun Ar-Rijal” mengemukakan bahwa sedikitnya

ada sepuluh criteria atau ciri wanita atau istri ideal yang dikehendaki oleh para tokoh lelaki sukses, yaitu :

1. Wanita itu mampu melahirkan suaminya untuk kedua kali, ketiga kali, keempat kali, kelima kali dan seterusnya. Maksudnya, wanita yang inovatif dan pandai melakukan suatu perubahan, bagaimana cara menjadikan suaminya untuk lahir kembali. Karena, seorang laki-laki yang sukses itu tidak lahir cuma sekali, namun lahir secara terus menerus dan berkelanjutan. Setiap kali lahir dapat mewujudkan kesuksesan baru yang relevan dengan kelahirannya. Di sinilah peranan seorang istri ideal, yaitu mampu melahirkan suaminya untuk kedua kali, ketiga kali, keempat kali dan seterusnya. Istri yang dapat berperan seperti seorang ibu (dalam arti umum) terhadap suaminya.

2. Wanita yang membantu suaminya untuk mewujudkan dan meng-goal-kan cita-citanya. Di sini, seorang istri berperanan penting untuk membantu suaminya memperjelas cita-cita dan obsesinya. Seorang istri juga dapat membantu suaminya untuk mengetahui apa yang dicari dalam hidup ini. Setelah itu, si istri turut serta merealisasikan perannya dalam mewujudkan cita-cita suaminya atau cita-cita dan obsesi mereka berdua.

3. Membantu suami untuk mewujudkan cita-cita baru setelah cita-cita yang pertama tercapai.

4. Mendampingi suami sampai cita-citanya tercapai dan terwujud.

5. Dapat menghembuskan dan membangkitkan ruh semangat dan harapan pada diri suaminya.

6. Tidak membuat suami frustasi ketika sedang berada di puncak optimisme dalam menggapai cita-citanya.

7. Memberi waktu atau peluang kepada suami untuk tenggelam dalam pekerjaan yang sedang digelutinya.

8. Pandai memberi kritik yang konstruktif dengan baik kepada suami.

9. Pandai mengatur waktu untuk tidak melakukan intervensi di saat-saat tertentu.

10. Menjadi sandaran terbaik bagi suami di saat menghadapi masa-masa kritis.

(“WANITA IDEAL” OLEH MM 01032011)
***

Posted By : Ummi Suprih Koesoemo
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © 2013. Aqillah Aziz