Berusaha menjadikan Akhlaq lebih baik



سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

semoga hati kita slalu tertaut cinta kepada ALLAH dan RasulNYA.....


Sahabat..........

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

Jenis-jenis Diam

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

Diam Bodoh Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

Diam Malas Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

Diam Sombong Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

Diam Khianat Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.

Diam Marah Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.

Diam Utama (Diam Aktif) Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besar dibanding dengan berbicara.

(abu syukron )


BEBERAPA HASIAT AYAT KURSI



سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Kali ini kita bahas tentang kehebatan AYAT KURSI..Udah pada tahu kan? Suka bacanya nga?kalau ada yang belum tahu..Nich saya tuliskan ya..

ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN (dengung) 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIIM.

Artinya:

“Ya Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk)Nya, tidak mengantuk dan tidak pula tidur. MilikNya segala apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizinNya. Allah Mengetahui apa-apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka. Sedangkan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah luasnya meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan adalah Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”

.Nach tukh bacaannya ama artinya.Ayat Kursi ini sangat masyur bangat bagi kaum muslimin yang tahu bangat akan kehebatannya. Ayat Kursi ini terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 255.(hayoo..buka lagi al qur’anmu dan cari ayat tsb)

Tahu nga penamaan AYAT KURSI ini bukan bikinan para ulama lho..Tapi langsung dari Rosulullah SAW.Dalilnya mana? Nich Dalilnya….

Dalam salah satu riwayat, Baginda Rosulullah ditanya oleh salah seorang sahabatnya tentang “ AYAT APA YANG PALING AGUNG DARI KITABULLAH?”Baginda Rosul menjawab “Ayat Kursi!”(HR.Imam Ahmad dan Nasa’i)

Sejarah turunnya ayat Kursi gimana sich?Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat karena kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka. Rosullah s.a.w. dengan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit menulis serta menyebarkannya.

Emang kehebatan Ayat Kursi ini apa aza sich?Banyak manfaatnya nga buat kita selaku kaum muslimin?Apa Cuma sebagai pengusir syetan aza??

Yup..Banyak bangat manfaatnya.. Hehe..Bukan Cuma sebagai pengusir syetan doing..Tapi lebih jauh hikmat yang tercantum dalam Ayat Kursi itu.Mau tahu nga?Nich saya kasih info ya…

1. Dari Anas bin Malik r.a. berkata,"Rosulullah s.a.w. bersabda :

"Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudhu dan mengerjakan sholat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Quran sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

Berkata Anas bin Malik, "Ya Rosulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"

Sabda Rosulullah s.a.w.," Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Juma'at."

2. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dijelaskan kedudukan ayat kursi yang senilai dengan seperempat Al-Qur’an. Anas bin Malik menceritakan bahwa Rosulullah saw pernah bertanya kepada salah seorang sahabatnya,

“Wahai fulan, sudahkanh kamu menikah?”.Sahabat itu menjawab, “Saya tidak memiliki apapun untuk menikah”.Rosulullah bertanya kembali, “Bukankah bersama engkau (hafal) Al-Ikhlas?”.

Ia menjawab, “Benar wahai Rosulullah”.Rosulullah menjelaskan, “Ia sebanding dengan seperempat Al-Qur’an”. Rosulullah terus bertanya pertanyaan yang sama sampai terakhir Rosulullah bertanya, “Bukankah bersama engkau (hafal) ayat kursi?”.Ia menjawab, “Benar ya Rosulullah”.Maka Rosulullah bersabda, “Ia senilai dengan seperempat Al-Qur’an”.

3. Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan syetan yang mencuri harta zakat, disebutkan bahwa syetan tersebut berkata,

“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu manfaat dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi. Dengan demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi.”

Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rosulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau berkata,“Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.”(HR. al-Bukhari no. 2187)

4. Dalam kisah lain yang mirip dengan kisah di atas dan diriwayatkan Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa si jin mengatakan:

“Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai pagi. Barangsiapa membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi sampai sore.” (HR. ath-Thabrani no. 541, dan al-Albani )

5. Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap sholat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.”(HR. ath-Thabrani no. 7532, dihukumi shahih oleh al-Albani)

6. Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya(Dari Abdullah bin 'Amr r.a.)

7. Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, Insya-Allah, Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

8.Mengikut keterangan dari kitab "Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darejatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.

9. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya,Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga shubuh.

10. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu,dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

11. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akanmasuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

12. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap sholat fardhu,Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiapperbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat padanya.

13. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

14. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWTakan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yangberperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

Wuih..Masih banyak lagi manfaat / kehebatan dari Ayat Kursi itu buat kita selaku hamba-Nya.Hayoo..Kenapa sich begitu agungnya AYAT KURSI itu? Emang isi Ayat itu gimana sich?Hm…Gini lho..Keagungan ayat kursi semakin jelas karena ayat ini secara terperinci mengandungi penjelasan akan sifat-sifat dzat Allah swt; dari sifat Wahdaniyah yang dinyatakan oleh Allahu La Ilaha Illah Huwa”,Sifat Maha Hidup yang berkekalan (Al-Hayyu), sifat Maha Kuasa dan berdiri sendiri (Al-Qayyum), bahkan sifat Qayyum Allah diperkuat dengan penafian akan segala yang mengarah kepada kelemahan, seperti “Tidak mengantuk dan tidak tidur”.Begitu juga dengan sifat memiliki yang berkuasa untuk melakukan apa saja terhadap makhluk yang dimilikiNya.

Sifat iradah (berkehendak) yang ditunjukkan oleh kalimat “mandzalladzi yasyfa’u…”, dan iradah Allah di sini adalah pada urusan yang paling besar, yaitu syafa’at yang tidak dimiliki oleh siapapun kecuali atas izin Allah swt. Juga sifat “Ilm yang dinyatakan oleh “ya’lamu ma baina…..”.Terakhir sifat-sifat dzatiyyah Allah ditutup dengan sifat yang menunjukkan ketinggian dan keagunganNya, “Wahuwal Aliyyul Adzim”.(Ibnu Abbas menuturkan, “Yang sempurna dalam ketinggian dan keagunganNya”.)

Inilah sifat penutup bagi ayat kursi untuk menetapkan ke-Esa-an Allah pada kebesaran dan ketinggianNya.Alif Lam Ma’rifah yang digunakan dalam kedua sifat terakhir ”Al-Aliyyu Al-Adzimu” sesungguhnya untuk membatasi sifat itu hanya milik Allah Yang Maha Suci, tanpa ada yang bersekutu denganNya.Bahkan tidak ada seorang hamba pun yang berusaha mencapai posisi kebesaran dan ketinggian seperti ini melainkan Allah akan mengembalikannya kepada kehinaan dan kerendahan di akhirat kelak .

Allah swt berfirman, ”Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi..”(Al-Qashash: 83)Demikianlah ayat kursi hendaknya dijadikan prinsip dan acuan dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan seluruh makhlukNya. Hanya Allah Pemilik segala sifat kesempurnaan, sedangkan manusia tidak layak memakai pakaian kebesaran Allah.

Keyakinan yang mendalam akan seluruh sifat-sifat Allah akan mampu melahirkan perasaan khauf (takut) akan murka dan azab Allah jika kita melanggar aturanNya. Begitu juga akan mampu melahirkan sifat raja’ (penuh harap) kepada kasih sayang dan rahmat Allah swt.

Nach gitu lho…Bahasan tentang kehebatan ayat KURSI itu…Semoga kita bisa ambil manfaatnya ya..Ya wis..lain kali disambung lagi dalam pembahasan yang lainnya..Salam ukhuwah Islamiyah untuk semuanya

-- Joey Wardih Aditya --
 
 

DALIL DALIL KESUNNAHAN QUNUT SUBUH



سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Berikut ini dikemukakan dalil dalil tentang kesunnahan qunut subuh yang diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Hadits dari Anas ra.“Bahwa Nabi saw. pernah qunut selama satu bulan sambil mendoakan kecelakaan atas mereka kemudian Nabi meninggalkannya.Adapun pada shalat subuh, maka Nabi melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia”Hadits ini diriwayatkan oleh sekelompok huffadz dan mereka juga ikut meriwayatkannya dan mereka juga ikut menshahihkannya. Diantara ulama yang mengakui keshahihan hadis ini adalah Hafidz Abu Abdillah Muhammad ali al-balkhi dan Al-Hakim Abu Abdillah pada beberapa tempat di kitabnya serta imam Baihaqi. Hadits ini juga turut di riwayatkan oleh Darulquthni dari beberapa jalan dengan sanad-sanad yang shahih.Dikatakan oleh Umar bin Ali Al Bahiliy, dikatakan oleh Khalid bin Yazid, dikatakan Jakfar Arraziy, dari Arrabi’ berkata : Anas ra ditanya tentang Qunut Nabi saw bahwa apakah betul beliau saw berqunut sebulan, maka berkata Anas ra : beliau saw selalu terus berqunut hingga wafat, lalu mereka mengatakan maka Qunut Nabi saw pada shalat subuh selalu berkesinambungan hingga beliau saw wafat, dan mereka yg meriwayatkan bahwa Qunut Nabi saw hanya sebulan kemudian berhenti maka yg dimaksud adalah Qunut setiap shalat untuk mendoakan kehancuran atas musuh musuh, lalu (setelah sebulan) beliau saw berhenti, namun Qunut di shalat subuh terus berjalan hingga beliau saw wafat. (Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 2 hal 211 Bab Raf’ul yadayn filqunut, Sunan Imam Baihaqi ALkubra Juz 3 hal 41, Fathul Baari Imam Ibn Rajab Kitabusshalat Juz 7 hal 178 dan hal 201, Syarh Nawawi Ala shahih Muslim Bab Dzikr Nida Juz 3 hal 324, dan banyak lagi).

2. Hadits dari Awam Bin Hamzah dimana beliau berkata :“Aku bertanya kepada Utsman –semoga Allah meridhoinya- tentang qunut pada Subuh. Beliau berkata : Qunut itu sesudah ruku. Aku bertanya :” Fatwa siapa?”, Beliau menjawab : “Fatwa Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum”.Hadits ini riwayat imam Baihaqi dan beliau berkata : “Isnadnya Hasan”. Dan Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini dari Umar Ra. Dari beberapa jalan.

3. Hadits dari Abdullah bin Ma’qil at-Tabi’i“Ali Ra. Qunut pada shalat subuh”.Diriwayatkan oleh Baihaqi dan beliau berkata : “Hadits tentang Ali Ra. Ini shahih lagi masyhur.

4. Hadits dari Barra’ Ra. :“Bahwa Rasulullah Saw. melakukan qunut pada shalat subuh dan maghrib”. (HR. Muslim).

5. Hadits dari Barra’ Ra. :“Bahwa Rasulullah Saw. melakukan qunut pada shalat subuh”. (HR. Muslim).Hadits no. 4 diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dengan tanpa penyebutan shalat maghrib. Imam Nawawi dalam Majmu’ II/505 mengatakan : “Tidaklah mengapa meninggalkan qunut pada shalat maghrib karena qunut bukanlah sesuatu yang wajib atau karena ijma ulama menunjukan bahwa qunut pada shalat maghrib sudah mansukh hukumnya”.

6. Hadits dari Abi rofi’“Umar melakukan qunut pada shalat subuh sesudah ruku’ dan mengangkat kedua tangannya serta membaca doa dengn bersuara”. (HR Baihaqi dan ia mengatakan hadis ini shahih).

7. Hadits dari ibnu sirin, beliau berkata :“Aku berkata kepada anas : Apakah Rasulullah SAW. melakukan qunut pada waktu subuh? Anas menjawab : Ya, begitu selesai ruku”. (HR. Bukhary Muslim).

8. Hadits dari Abu hurairah ra. Beliau berkata :“Rasulullah Saw. jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku pada rekaat kedua shalat subuh beliau mengangkat kedua tangannya lalu berdoa : “Allahummah dini fii man hadait ….dan seterusnya”. (HR. Hakim dan dia menshahihkannya).

9. Hadits dari Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Beliau berkata :“Aku diajari oleh rasulullah Saw. beberapa kalimat yang aku ucapkan pada witir yakni : Allahummah dini fii man hadait ….dan seterusnya” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan selain mereka dengan isnad yang shahih)

10. Hadits dari Ibnu Ali bin Thalib ra.Imam Baihaqi meriwayatkan dari Muhammad bin Hanafiah dan beliau adalah Ibnu Ali bin Thalib ra. Beliau berkata :“Sesungguhnya doa ini adalah yang dipakai oleh bapakku pada waktu qunut diwaktu shalat subuh” (Al-baihaqi II/209).

11. Hadist doa qunut subuh dari Ibnu Abbas ra. :Tentang doa qunut subuh ini, Imam baihaqi juga meriwayatkan dari beberapa jalan yakni ibnu abbas dan selainnya:“Bahwasanya Nabi Saw. mengajarkan doa ini (Allahummah dini fii man hadait ….dan seterusnya) kepada para shahabat agar mereka berdoa dengannya pada waktu qunut di shalat subuh” (Al-baihaqi II/209).

Demikianlah Beberapa Dalil yang dipakai para ulama-ulama ahlusunnah dari madzab syafiiyah berkaitan dengan fatwa mereka tentang qunut subuh.

Dari sini dapat dilihat keshahihan hadist-hadistnya karena dishahihkan oleh Imam-imam hadits ahlusunnah yang terpercaya.

Hati-hati dengan orang-orang khalaf akhir zaman yang lemah hafalan hadistnya tetapi mengaku ahli hadist dan banyak mengacaukan hadist-hadist seperti mendhoifkan hadist shahih dan sebaliknya.

-- Joey Wardih Aditya --
 
 

KEUTAMMAAN BACA BASMALLAH SEBELUM MAKAN



سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Duduk bersama para sahabat untuk makan, kemudian datang seseorang dengan bergegas dan ingin makan bersama mereka, ia tidak mengucap Bismillah dan langsung mengulurkan tangannya ke makanan itu, dan disaat itu para sahabat ada namun mereka tidak melihat sesuatu, namun nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam memegang tangan lelaki itu,

maka lelaki itu berkata: "wahai Rasulullah, mengapa engkau menahan tanganku, lepaskanlah", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "sungguh tangan syaitan telah mengulurkan tangannya bersama tangan saudaramu ini, untuk mengambil keberkahan dari makanan kita", dan aku memegang tangan syaitan yang terulur bersama tangannya", kemudian beliau berkata kepada lelaki itu : "ucapkanlah bismillah", maka ia pun berkata : "bismillah",

maka Rasulullah
melepas tangannya dan berkata: "sekarang makanlah". Oleh karena itu jika kita akan makan maka ucapkanlah bismillah atau bismillahirrahmanirrahim, tidak kita lupakan hal ini selama-lamanya.

Jika engkau selalu lupa mengucap bismillah, maka syaitan akan menjadi semakin besar dan sangat gemuk, dan ia akan semakin kuat menggoda dan membisikimu untuk mencelakakanmu,namun

jika engkau selalu mengucapkan bismillah maka syaitan akan semakin lemah dan semakin tidak berdaya mengecohmu, dan ketika selesai makan ucapkanlah Alhamdulillah 3 x, walaupun cuma sekali cukup, namun jika engakau mengulanginya sebanyak 3 kali maka Allah akan menambah kemuliaan untukmu.

Semoga Allah subhanahu wata'ala menolong kita untuk selalu berada dalam sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya,

Aamiin.

-- Islamic Stories --
 
 

Diantara Rumah dan Mimbar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah Taman-Taman Sorga



سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي (صحيح البخاري

Sabda Rasulullah saw : “Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman sorga, dan mimbarku diatas telaga Haudh” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Langit dan Bumi, Maha Menciptakan seluruh alam semesta dari ketiadaan, Maha Membentangkan angkasa raya dengan Kesempurnaan, Maha Berjasa atas setiap kehidupan dengan jasa yang tiada pernah terbayar dengan syukur dan sujud, Maha Suci Allah Swt yang telah membangkitkan kepada kita Sang Pembawa Risalah, Pembawa Kedamaian Dunia, Rahmatan Lil Alamin (Sayyidina Muhammad Saw), Pembawa Ketenangan di dalam kehidupan, Pembawa Kebahagiaan yang mengajar bimbingan terluhur dari segenap bimbingan. Sayyidina Muhammad Saw idolaku dan idola kalian, Sang Pembawa Akhlak Terluhur, manusia yang paling ramah, manusia yang paling bersopan santun, manusia yang paling banyak tersenyum, manusia yang paling indah budi pekertinya, mengajarkan bakti kepada Ayah dan Bunda, mengajarkan bakti kepada tetangga, mengajarkan bakti kepada rumah tangga, mengajarkan bakti kepada keluarga, mengajarkan bakti dan pembawa kedamaian bagi masyarakatnya…, Sayyidina Muhammad Saw.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Cahaya kesucian Allah yang berpijar di dalam jiwa Sang Nabi saw menerangi hamba hamba Nya dengan Alqur’anul karim sebagaimana firman Allah Swt “menyeru ke jalan Allah dengan kehendak Allah dan menjadi pelita yang terang benderang” (QS AL Ahzab 46). Walaupun beliau (Nabi Saw) teah wafat tetapi perjuangan dan bakti beliau dan jasa beliau tetap membekas dari zaman ke zaman di permukaan Barat dan Timur.

Hadirin hadirat, Sang Pembawa Rahmatnya Allah Swt), kekasihku dan kekasih kalian, idolaku dan idola kalian.., Sayyidina Nabi Muhammad Saw. Allah Swt berfirman : “Demi bintang bila telah berpijar benderang” (QS Annajm 1). Najm adalah bintang yang mempunyai cahaya yang berpijar, Bintang di dalam bahasa arab ada 2 yaitu Najm dan Kawkab. Perbedaan Najm dan Kawkab, Kawkab adalah bintang yang cahayanya adalah pantulan dari cahaya bintang lain, kalau Najm adalah bintang yang bercahaya dengan cahaya sendiri. Bulan termasuk Kawkab karena tidak bercahaya, namun mengambil cahaya dari matahari, dan matahari termasuk Najm karena berpijar dengan cahaya sendiri.

Allah Swt bersumpah demi bintang yang berpijar dengan keindahan. Sebagaian para ahli tafsir menjelaskan bahwa An Najm ini adalah Sayyidina Muhammad Saw. Ketika sedang berhadapan dengan Rabbul Alamin, sedang dalam puncak kerinduannya kepada Allah, berpijar dengan kerinduan pencipta Nya (Allah Swt). Demi sang bintang yang berpijar dengan cahaya yang indah, yang tentunya sebagian para ulama mengatakan yang dimaksud adalah Nabiyyuna Muhammad Saw karena beliaulah cahaya yang berpijar yang diberi gelar oleh Allah siraajan muniiraa (pelita yang terang benderang). Kalau bintang bintang itu kan akan sirna di hari kiamat terkecuali bintang yang berpijar yaitu kekasih Allah yang tercinta Sayyidina Muhammad Saw. “Beliau (Nabi Saw) itu bukan orang yang tidak mengerti dan bukan pula orang yang menipu”( QS Annajm 2). Dengan kejadian apa? dengan kejadian setiap ucapan dan kalimat kalimatnya yang menyampaikan Alqur’anul karim.

Allah Swt meneruskan firmannya “beliau (Nabi Saw) tidak berbicara dari hawa nafsunya kecuali wahyu yang diwahyukan Allah Swt kepada beliau” (QS Annajm 3). Kalimat kalimat tersuci yang ada di alam, kalimat kalimat yang teragung yang muncul didalam tuntunan Sang Nabi Saw, yang dengan itu menenangkan hamba Nya, mereka yang dalam kesedihan atau di dalam permasalahan atau di dalam musibah akan tenang dan terus bersabar akan terangkat dari musibahnya dengan segera karena jiwa yang dipenuhi cahaya Sang Pembawa Al Qur’an, jiwa yang dipenuhi cahaya Allah dan Iman dan juga mereka yang dilimpahi kenikmatan dan keluasan tidak menjadi kufur dan sombong. Kenapa? karena ada cahaya iman. “Diajarkan pada beliau (saw) oleh yg dahsyat kekuatannya (jibril as)” (QS Annajm 4), Diajarkan kepadanya (saw), Jibril As yang Allah gelari Shadidul quwaa (dahsyah kekuatannya) Malaikat Jibril As. Yang diberi kemuliaan dan kekuatan oleh Allah Swt yaitu malaikat Jibril As.

Diriwayatkan oleh Imam Ibn Abbas ra di dalam tafsirnya bahwa ketika Jibril As lewat di Masjidil Aqsa melihat iblis dan saat itu iblis itu terkena angin daripada sayapnya Jibril As sehingga iblis itu terlempar sampai ke India. Demikian dahsyatnya kekuatan malaikat Jibril As. Hadirin hadirat Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an ini diturunkan kepada Sang Nabi saw oleh makhluk Nya yang paling kuat yaitu Jibril As diberi kekuatan oleh Allah. Tapi sekuat kuatnya Jibril As, Jibril As tidak mampu berhadapan dengan Allah, terkecuali Sayyidina Muhammad Saw. Dan berjumpa Jibril As dengan Sang Nabi Saw membawa beliau sampai kepada apa? dan disaat itu Sang Nabi Saw diangkat oleh Allah di ufuk agung yang tertinggi. Lantas Sang Nabi Saw mendekat kehadirat Allah Swt. Sedemikian dekatnya, seakan akan dekatnya 2 hasta dengan Rabbul Alamin. (Firman Allah swt : “Pemilik kekuatan sempurna, dan ia (nabi saw) di ufuk yg tinggi, lalu ia mendekat dan mendekat, hingga sangat dekat sejarak dua hasta atau lebih dekat, maka diwahyukan pada hamba Nya (Rasul saw) dari wahyu wahyu Nya, dan sungguh hatinya tak berdusta atas apa apa yg telah dilihatnya, apakah kalian meragukan apa yg dilihatnya?” QS Annajm 5-12), , Sangat dekat makhluk yang paling disucikan Allah Yang Maha Suci sehingga Allah memberikan perumpamaan “seakan akan dekatnya 2 hasta bahkan lebih dekat lagi”.

Diwahyukanlah kepada hamba Nya apa apa yang ingin diwahyukannya oleh Allah. Sang kekasih, sanubari mulia itu tidak berdusta atas apa yang diucapkannya. Imam Ibn Abbas ra di dalam tafsirnya menukil salah satu pendapat bahwa Nabi saw tidak melihat Allah dengan matanya tetapi melihat Allah dengan sanubari dan jiwanya. karena kekuatan jiwa dan sanubari lebih tajam dari kekuatan penglihatan. Kekuatan penglihatan terbatas tetapi kekuatan jiwa dan sanubari jauh lebih tajam menangkap perjumpaan yang demikian agungnya dengan Rabbul Alamin. Penglihatan bisa berkedip dan terpejam tapi jiwa dan sanubari tidak berkedip.

Demikian pendengaran, demikian panca indera ada batasnya tetapi kemuliaan jiwa dan sanubari jauh lebih tajam. Oleh sebab itu Sang Nabi saw berhadapan dengan Allah dengan jiwanya. Kalau seandainya berhadapan dengan jiwa dan sanubarinya maka seluruh panca inderanya sudah pasti berhadapan, demikian Al Imam Ibn Abbas menjelaskan di dalam tafsirnya. Beliau (Nabi Saw) melihat Allah dengan jiwanya dan itu telah terangkum dengan seluruh panca indera beliau. Apakah kalian masih meragukan apa apa yang dilihat Sang Nabi saw. Demikian agungnya penjumpaan Sang Nabi saw dengan Allah di malam yang suci itu dan ternyata keberkahan bukan hanya sampai disitu, justru itu adalah salah satu awal kebangkitan munculnya ajaran kedamaian di muka bumi. Kembalilah Sang Nabi saw ke muka bumi di dalam perjuangannya menegakkan Rahmat Lil Alamin. Tugas utama Sang Nabi Saw adalah Rahmatan Lil Alamin.

Sampailah kita kepada hadits mulia ini yang memberi kejelasan bahwa walaupun beliau sudah tidak berada di tengah tengah kita di dalam kehidupannya tapi mimbar beliau dan rumah beliau, apa apa yang ada diantara mimbar dan rumah beliau masih tetap taman taman surganya Allah Swt.

“Apa apa yang ada diantara mimbarku dan rumahku adalah taman taman surga”. Menunjukkan bekas perjuangan beliau (Nabi Saw) tidak pernah sirna. Oleh sebab itu Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa makna dari hadits ini adalah pendapat mereka yang mengatakan bahwa raudhah itu yang ada di Masjid Nabawiy antara mimbar dan kubur beliau itu yang disebut raudhah. Tempat itu lebih afdhal, dari Makkah Al Mukarramah ada sebagian pendapat yang mengatakan demikian tapi yang diluar itu tentunya adalah Masjid Al Haram lebih afdhal. Karena apa? karena ada haditsnya yang menjelaskan bahwa raudhah itu adalah taman taman surga. Al Imam Ibn Hajar mengatakan sebagian ulama menjelaskan raudhah itu kelak akan dimunculkan oleh Allah dan dipindahkan di dalam surganya Allah Swt. Dan mimbarku berada diatas telaga haudh. Namun kesimpulan daripada hadits ini bahwa perjuangan Sang Nabi Saw tidak akan sirna dan keberkahan akan terus maju. Bagi mereka mereka yang ingin meneruskan perjuangan beliau (Nabi Saw) kemenangan akan selalu menjelang..

Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul Saw bersabda “tidak akan ada habis habisnya kelompok dari umatku ada yang terus muncul diantara umatku berdakwah (pada kebenaran) mereka tidak akan sirna sampai sampai di hadapan Allah Swt”. Demikian mulianya kelompok ini, dijamin oleh Sang Nabi saw tetap ada dan membawa kedamaian.

Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Oleh sebab itu walaupun kerusakan yang terus terjadi diantara umat dan masyarakat kita. Munculnya narkoba yang semakin dahsyat dan segala hal yang bersifat munkar, ini semua pasti akan terbenahi jika muncul muncul kelompok kelompok yang ingin membenahi umat dengan kedamaian dan dengan rahmatan lil alamin. Ini akan terbenahi.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, semoga Allah Swt mengelompokkan majelis kita diantara mereka yang disabdakan oleh Sang Nabi Saw “tidak akan ada habis habisnya kelompok dari umatku akan terus ada, yang terus membawa tuntunanku dan bimbinganku, yang mneruskan perjuangan akhlak beliau, yang meneruskan sunnah beliau, yang meneruskan kedamaian yang dibawa oleh beliau”.

Inilah hari pahlawan kita. Hadirin hadirat, mereka nenek moyang kita, kakek kakek kita berjuang dengans senjata apa adanya, Allah Swt berikan kemenangan karena kekuatan niatnya. Karena perjuangan merekalah kita bisa terlepas dari para penjajah dan tentunya kita tidak mau pisah dengan mereka begitu saja. Kita ingin bersatu dan bersama mereka dalam satu perjuangan thaifah ba’da thaifah. Generasi demi generasi dan sebelumnya dan sebelumnya sampai kepada generasi Sayyidina Muhammad Saw.

Ya Rahman Ya Rahim kuatkan jiwa kami untuk selalu bersatu dalam niat dengan para syuhada kami, dengan para pahlawan kami yang telah melewati dan menjadikan bumi Indonesia ini bersatu dalam kemakmuran dan kedamaian, Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim mereka telah mengorbankan harta dan nyawanya demi mengusir para penjajah, demi mengusir para pengkhianat yang mendatangi bangsa kita, maka Rabbiy muliakan arwah mereka bersama syuhada dan muqarrabin.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am dan jadikan kami para penerus perjuangan mereka membawa kedamaian khususnya di bumi Jakarta dan juag wilayah sekitar. Ya Rahman Ya Rahim teruslah berikan bimbingan dan bantuan kepada kami untuk terus mendapatkan keberhasilan didalam membenahi masyarakat di sekitar kami, di dalam membenahi kedamaian, di dalam membenahi akhlak para pemuda kami. Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami telah mendengar sabdamu (Nabi Muhammd Saw) bahwa antara mimbar dan rumah beliau adalah taman taman surga karena tempat itu selalu dilewati oleh perjuangan beliau.

Jadikan jiwa kami sebagai taman taman surga. Ya Rahman Ya Rahim dengan kecintaan kepada Nabi kami Muhammad Saw, dengan niat kami untuk terus meneruskan perjuangan akhlak beliau, perjuangan sunnah beliau, Ya Rahman Ya Rahim pastikan kami berada di dalam kelompok yang disabdakan oleh Sang Nabi Saw “tiada henti hentinya sekelompok dari umatku terus ada dari generasi ke generasi membawa kedamaian bagi masyarakat di muka bumi. Pastikan kami diantara mereka Ya Rabb Ya Dzaljalali wal ikram

jadikanlah Rabbiy malam ini malam terindah dalam kehidupan kami, inilah malam doa kami, demi semangat para pahlawan dan syuhada kami Rabbiy, mereka yang telah wafat dan arwah mereka telah berada di dalam kemuliaan, tambahkan kemuliaan mereka dan juga atas kami Ya Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim jangan Kau pecah belahkan kami, jangan Kau hancur leburkan bangsa kami, satukan kami dalam satu kalimat muia, didalam kalimat tauhid, didalam keluhuran, didalam kedamaian, didalam kebahagiaan.

Ya Rahman Ya Rahiim limpahkan keberkahan bagi kami, limpahkan atas kami kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadikanlah musim hujan yang akan datang membawa rahmat, jangan Kau jadikan musim hujan ini membawa musibah dan jadikan pula kemarau jika akan datang membawa rahmat dan jangan Kau jadikan pula musibah. Ya Dzaljalali wal ikram jadikan setiap nafas kami rahmat, jadikan hari hari kami limpahan anugerah, jadikan siang dan malam kami di limpahi kebahagiaan, limpahkan kemuliaan bagi Ayah Bunda kami dan bagi para pahlawan kami. Mereka Rabbiy, bagi Ayah Bunda kami yang masih hidup limpahkan keberkahan dalam hidupnya, Ayah Bunda kami yang telah wafat muliakan mereka bersama para muqarrabin dan para shidiqqin. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am

Hadirin hadirat kita berdoa sambil memanggil Nama Allah Yang Maha Luhur dan jadikanlah dalam setiap kalimat itu, doa doamu dan harapanmu kepada Allah Swt dan Insya Allah tiada satupun doa yang kita panjatkan terkecuali dikabulkan oleh Allah Swt. Dengan keberkahan majelis dzikir, dengan Keagungan Nama Allah, dengan Kebesaran dan Cahaya Nama Allah Swt mintalah cahaya kedamaian dan kebahagiaan sepanjang hidup, mintalah cahaya kemegahan dunia dan akhirat, mintalah cahaya kebahagiaan terbit pada hari harimu dan tiada pernah terbenam. Panggillah Nama Allah Swt sebagaimana firmannya “Ingatlah kalian kepada Allah maka Allah akan mengingat kalian”(QS Al Baqarah 152), dan “Dzikirlah dan sebutlah Nama Allah dengan sebutan yang banyak”(QS Al Ahzab 41).

Dan “barangsiapa yang mencintai sesuatu, akan banyak menyebutnya”. Maka jadikanlah kau di kelompok orang yang mencintai Allah Swt, Rabbiy Rabbiy kami telah mendengar hadits qudsi dari NabiMu Muhammad Saw, dari firmanMu Rabbiy Yang Maha Luhur, “sudah kupastikan kasih sayang Ku bagi mereka yang saling berdzikir dan saling bersilaturahmi karena Aku dan saling menyayangi dan bersatu karena Aku, Kupastikan atas mereka kasih sayanKu” kata Allah. Pastikan atas kami kasih sayangMu Ya Rabb, pastikan atas kami cahaya kasih sayangMu Rabbiy yang dengan itu menerbitkan tuma’ninah dan kebahagiaan didalam hari hari kami.

Ya Allah…, Ya Allah…, Ya Allah…, Ya Allah …..

Ya Rahman Ya Rahiim hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, selagi engkau menyebut Nama Allah satu kali engkau lebih dekat kepada Allah Swt, semakin dekat kepada Allah dan semakin jauh dari musibah dan semakin jauh dari cobaan dan semakin jauh dari hambatan karena Dialah Yang Maha Meluaskan segala galanya, mintalah kehadiratNya Yang Maha Melimpahkan Keluasan dan Kebahagiaan, semoa dilimpahkan bagi kita keluasan dunia dan akhirat.

Faquuluuu (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah..

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

oleh KOMUNITAS AL-HABSYI


Jangan Percaya Kepada Peramal


سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Rasulullah Sholallah ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa yang mendatangi peramal atau ahli nujum, kemudian ia mempercayai apa yang dikatakannya, berarti ia telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).

Haram hukumnya mempercayai ahli nujum, dukun, peramal, tukang sihir, orang yang mengaku mengetahui jiwa manusia atau peristiwa-peristiwa yang lalu yang tidak diketahui manusia atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sebab hal-hal tersebut hanya Allah yang mengetahuinya, karena termasuk kekhususan ilmu-Nya semata.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (Q.S; Al Hadiid: 6).

Dan firman-Nya pula:

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Q.S; An Naml: 65).

Rasulullah Sholallah ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa yang mendatangi seorang peramal dan menanyakan sesuatu hal kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (H.R; Muslim).

Apa yang dikatakan oleh para peramal itu sebenarnya hanyalah dugaan dan kebetulan saja. Umumnya tidak lebih dari dusta. Karena bisikan syaitan dan tidak ada orang yang terbujuk kecuali orang yang kurang akalnya saja.

Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan mengambil harta yang tersimpan dalam perut bumi ini sehingga mereka tidak lagi menjadi orang fakir yang kerjanya mengelabui orang lain, hanya mencari sesuap nasi dengan cara yang batil.

Kalau mereka benar-benar mengetahui hal-hal yang ghaib, maka beritahukanlah kepada kami apa rahasia-rahasia Yahudi sehingga dapat ditumbangkan.

Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat

Syaikh Muhammad Jamil Zainu
 
 

KAU MEMANG AHLI NERAKA



Bismilllahir Rohmanir Rohiim..........


Adakah benar kita tahu seseorang itu akan masuk neraka jika mereka sememangnya seorang yang zalim? Sudah tentu tidak. Kali ini kita akan belajar dari sebuah kisah yang berlaku pada zaman Rasulullah. Bagaimana Allah yang maha penyayang dan maha pengasih sentiasa membuka pintu taubat kepada hambanya yang leka.

” Al-kisah, pada suatu hari Umar r.a mendapatkan Rasulullah SAW sambil menangis:


Rasulullah SAW : Wahai Umar, apakah yang membuat engkau sehingga menangis?
Umar :Ya Rasulullah, ada seseorang di muka pintu ini yang telah membakar hatiku.

Rasulullah SAW : Ya Umar, bawalah dia masuk.
Lalu Umar membawa pemuda itu masuk sambil menangis.


Rasulullah SAW : Apakah yang telah engkau lakukan sehingga engkau menangis?
Pemuda : Wahai Rasulullah, aku telah melakukan dosa yang besar! Aku sangat takut kepada ALLAH SWT yang sangat murka kepadaku.

Rasulullah SAW : Apakah kamu telah mempersekutukan ALLAH?
Pemuda : Tidak, ya Rasulullah.

Rasulullah SAW : Apakah kamu telah membunuh jiwa yang kamu tiada hak untuk membunuhnya?

Pemuda : Tidak, ya Rasulullah.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam : Maka ALLAH SWT akan mengampunkan dosa kamu walaupun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit.

Pemuda : Wahai Rasul ALLAH, aku telah melakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam : Apakah dosamu itu lebih besar dari Al-Kursi?
Pemuda : Dosaku lebih besar.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam : Apakah dosamu lebih besar dari Arsy?
Pemuda : Dosaku lebih besar.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam : Apakah dosa kamu lebih besar dari dimaaf oleh ALLAH?
Pemuda : MaafNYA lebih besar.

Rasulullah SAW : Sesungguhnya tidak ada siapa yang dapat mengampunkan dosa besar kecuali ALLAH YANG MAHA BESAR, yang BESAR keampunanNYA. Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang telah engkau lakukan?

Pemuda : Aku malu hendak memberitahumu, ya Rasulullah.

Rasulullah SAW : Beritahu aku apakah dosamu itu (Sedikit tegas!)

Pemuda : Begini ya Rasulullah, kerjaku adalah sebagai penggali kubur. Aku telah melakukan kerja menggali kubur selama tujuh tahun. Pada suatu hari, aku menggali kubur mayat seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah aku menanggalkan kain kafannya, maka aku tinggalkan dia. Tidak jauh aku meninggalkannya, maka naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak dapat menahan nafsu, aku kembali kepada mayat tersebut lalu menyetubuhinya. Setelah aku memuaskan nafsu, maka aku tinggalkan dia. Belum jauh aku beredar dari situ, tiba-tiba mayat gadis itu bangun dan berkata,

Celaka betul kamu, wahai pemuda! Tidakkah kamu berasa malu pada Tuhan yang akan membalas pada hari pembalasan kelak! Bila tiba masanya setiap orang yang zalim akan dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarkan aku telanjang dan kau hadapkan aku kepada ALLAH SWT dalam keadaan junub!

Rasulullah SAW : Hai orang yang fasik! Memanglah layak kamu masuk neraka dan keluarlah kamu dari sini!

Maka keluarlah pemuda itu.Selama 40 hari pemuda itu memohon ampun kepada ALLAH dan pada malam yang ke-44, dia memandang ke langit sambil berdoa :

” Ya ALLAH, Tuhan kepada Rasulullah, Nabi Adam dan ibu Hawa, jika ENGKAU telah mengampunkan aku, maka beritahulah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Jika tidak, maka kirimkan kepadaku api dari langit dan bakarlah aku di dunia ini dan selamatkan aku dari siksa akhirat.”

Tidak beberapa lama selepas peristiwa itu, turunlah Malaikat Jibrail mendapatkan Rasulullah. Selepas memberi salam.

Jibrail : Wahai Rasulullah SAW, Tuhanmu memberi salam kepadamu.

Rasulullah SAW : Ialah Assalam dan daripadaNYA salam dan kepadaNYA segala keselamatan.
Jibrail : ALLAH SWT bertanya, apakah kamu yang menjadikan makhluk?

Rasulullah SAW : ALLAH lah yang menjadikan segala makhluk.
Jibrail : Adakah kamu yang memberi rezeki kepada makhluk?
Rasulullah SAW : ALLAH lah yang memberi rezeki kepada aku dan makhluk-makhluk lain.

Jibrail : Apakah kamu memberi taubat kepada mereka?
Rasulullah SAW : ALLAH yang menerima taubat dariku dan mereka.

Jibrail : ALLAH BERFIRMAN, maafkanlah hambaKU itu kerana AKU TELAH MENGAMPUNKANNYA.

Maka segera Rasulullah SAW memanggil pemuda itu dan menerangkan kepadanya bahawa ALLAH telah menerima taubatnya dan mengampunkannya.

Pengajarannya : pintu taubat sentiasa terbuka bagi mereka yang mahu kembali kepada Allah dan Rasul-NYA. Janganlah terjerumus ke dalam kancah maksiat kerana terasa diri sudah TIDAK BERGUNA & TIDAK DAPAT DIAMPUNKAN Lagi. selagi ada hayat, berusahalah untuk kembali kepada Allah seberapa segera yang boleh.
Janganlah mengungkapkan kata2 seperti ini:

“Jahatnya orang ini, dia ni memang ahli neraka!”
“Kau memang layak masuk neraka!”

Ingat, bukan kita yang menentukan siapa ahli syurga atau siapa ahli neraka, janganlah soal ini dijadikan bahan gurauan atau ejekan. Sesungguhnya Allah bila-bila masa sahaja boleh mengubah seorang kafir memeluk Islam dan memasukkannya ke dalam syurga, dan bila-bila masa sahaja boleh memilih seorang Islam bertukar agama lain dan memasukkannya ke dalam neraka….

wallahualam….

- JihadAlQuran -


SHOLAT QOSHOR DAN SHOLAT JAMA’


سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Syarat Sah Sholat Qoshor :
-------------------------------
a. Perjalanan yang dilakukan itu bukan maksiat (terlarang), adakalanya perjalanan wajib seperti pergi untuk melaksanakan haji atau perjalanan sunnah seperti pergi untuk bersilaturrahim, ziarah, atau juga perjalanan mubah seperti pergi untuk berdagang.


b. Perjalanan itu berjarak jauh, yaitu terhitung kurang lebih sekitar 80,640 km atau lebih (perjalanan sehari semalam). Sebagian Ulama’ berpendapat bahwa tidak disyaratkan perjalanan jauh, yang penting dalam perjalanan jauh ataupun dekat. Sebagaimana dalam hadits disebutkan :

“Dari Syu’bah, katanya : saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqoshor sholat. Jawabannya : “Rosululloh SAW, apabila beliau berjalan tiga mil (80,640 km) atau tiga farsakh (kira-kira 25,92 km), beliau sholat dua roka’at”

(HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)”.

c. Sholat yang diqoshor adalah sholat yang adaan (tunai), bukan sholat qodho’. Adapun sholat yang ketinggalan diwaktu perjalanan boleh diqhosor kalau memang diqodho dalam perjalanan, tetapi sholat yang ketinggalan sewaktu mukim tidak boleh diqodho
dengan qoshor sewaktu dalam perjalanan.

d. Berniat qoshor ketika takbirotul ihram.

e. Berniat sholat qoshor ketika berada di luar dari desanya.
Sholat Jama’

Hukum sholat jama’ ini diperkenankan bagi orang yang dalam perjalanan dengan syarat-syarat yang tersebut pada sholat qoshor.
Sholat yang boleh dijama’ hanya antara dhuhur dengan ashar dan antara maghrib dengan isya’, adapun sholat shubuh tetap wajib dikerjakan pada waktu dan tanpa dikumpulkan dengan sholat yang lain.

Sholat jama’ artinya sholat yang dikumpulkan. Yang dimaksudkan adalah dua sholat fardhu yang lima itu dikerjakan dalam satu waktu, umpamanya sholat dhuhur dan ashar dikerjakan diwaktu dhuhur atau diwaktu ashar.

Sholat Jama’ ini terbagi atas dua macam dilihat dari pelaksanaan pengumpulan sholat tersebut.

a. Sholat Jama’ Taqdim
----------------------------
Jama’ taqdim adalah mengumpulkan dalam satu antara sholat dhuhur dengan ashar dilakukan pada waktu dhuhur (waktu sholat yang pertama), dan mengumpulkan dalam satu waktu antara sholat maghrib dan isya’ dilakukan pada waktu maghrib (waktu sholat yang pertama). Sebagaimana hadits Nabi :

“Dari Mu’adz bin Jabal Ra berkata : kami keluar bersama Nabi SAW dalam perang Ghozwah (perang yang dihadiri oleh Nabi), maka ketika itu Nabi SAW mengumpulkan sholat dhuhur dengan sholat ashar serta sholat maghrib dengan sholat isya’…”
Adapun syarat jama’ taqdim ada 3 macam, yaitu :

1. Diharuskan untuk mengerjakan sholat yang pertama, yaitu seperti mengumpulkan sholat dhuhur dan ashar dilakukan pada diwaktu dhuhur dengan cara mendahulukan sholat dhuhur daripada sholat ashar. Karena waktu tersebut adalah milik sholat yang pertama.

2. Berniat jama’ pada takbirotul ihram sholat yang pertama atau ditengah-tengah sholat pertama (menurut qoul Adzhar). Jadi tidak diperkenankan berniat jama’ setelah salam sholat yang pertama.


3. Kedua sholat yang dikumpulkan tersebut harus terus menerus (tidak dipisah), seolah-olah satu rangkaian sholat. Jadi begitu selesai selesai melakukan sholat yang pertama segera melakukan sholat yang kedua. Kalau sampai terpisah yang dianggap lama maka bisa dianggap tidak sah sholat jama’nya.


b. Sholat Jama’ Ta’khir
---------------------------------

Jama’ Ta’khir adalah mengumpulkan dalam satu antara sholat dhuhur dengan ashar dilakukan pada waktu ashar (waktu sholat yang kedua), dan mengumpulkan dalam satu waktu antara sholat maghrib dan isya’ dilakukan pada waktu isya’ (waktu sholat yang kedua). Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
“Dari Anas, ia berkata : “Rosululloh SAW apabila berangkat dalam perjalanan sebelum tergelincir matahari, maka beliau ta’khirkan sholat dhuhur ke waktu ashar, kemudian beliau turun (berhenti) untuk menjama’ keduanya (dhuhur dan ashar). Jika telah tergelincir matahari sebelum beliau berangkat, maka beliau sholat dhuhur dahulu kemudian baru beliau naik kendaraan” (HR. Bukhori dan Muslim)”

“Dari Mu’adz : “bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam peperangan tabuk, apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau ta’khirkan dhuhur hingga beliau sholat untuk keduanya (dhuhur dan ashar diwaktu ashar) dan apabila beliau berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau kerjakan sholat dhuhur dan ashar sekaligus, kemudian beliau berjalan. Apabila beliau berjalan sebelum maghrib, beliau ta’khirkan maghrib hingga beliau lakukan sholat maghrib beserta isya’, dan apabila beliau berangkat sesudah waktu maghrib beliau segerakan isya’, dan beliau sholatnya isya’ beserta maghrib” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)”

Adapun Syarat Jama’ Ta’khir :
-----------------------------------
1. Berniat di waktu sholat yang pertama bahwa ia akan melaksanakan sholat yang pertama itu diwaktu sholat yang kedua, supaya ada maksud yang keras akan melaksanakan sholat yang pertama itu di waktu yang kedua dan tidak ditinggalkan begitu saja.

2. Tidak disyaratkan dalam pelaksanaan harus berurutan, dalam artian misalkan yang dijama’ ta’khir itu adalah sholat dhuhur dan ashar, maka bebas melaksanakannya apakah yang didahulukan sholat ashar ataukah sholat dhuhur dulu (dalam waktu luang), kalau waktunya mendekati pergantian sholat maka yang didahulukan adalah sholat yang mempunyai waktu itu.

3. Menurut qoul tidak usah niat jama’ ketika dalam melaksanakan sholat karena sudah diniati.

4. Tidak wajib untuk berturut-turut atau menyambung, jadi setelah melaksanakan satu sholat tidak disyaratkan untuk melaksanakan sholat kedua.
Boleh pula melaksanakan sholat jama’ bagi orang yang menetap (tidak dalam perjalanan) dikarenakan hujan yang amat deras dengan beberapa syarat yang berlaku sama dengan syarat jama’ dalam waktu perjalanan. Namun ada beberapa syarat tambahan yang harus dipenuhi, yaitu :

1. Disyaratkan hujannya berada diwaktu sholat yang pertama dan diawal sholat yang kedua.

2. Sholat yang kedua itu berjamaah ditempat yang jauh dari rumahnya, serta ia mendapatkan kesukaran untuk pergi ke tempet itu karena hujan. (Bagi orang yang terbiasa sholat berjama’ah).

3. Kondisi hujan dianggap deras ketika melakukan salam sholat yang pertama menurut qoul shohih. (Sholat jama’ taqdim).

4. Disyaratkan hujan tersebut dapat membuat pakaiannya basah kuyup begitu juga sandalnya.

Dan perlu diketahui pula bahwa sholat dhuhur pada hari jum’at diganti dengan sholat jum’at, maka dari itu hukum yang berlaku bagi sholat dhuhur yaitu boleh dijama’ baik taqdim ataupun ta’khir, berlaku pula bagi sholat jum’at. Dengan demikian sholat jum’at boleh dijama’ beserta sholat ashar.

-- Ary Curve --
 

Surat Cinta Buat Saudariku Yang Kecewa Karena Cinta


Bismillaahirrahmaanirrahiim


Saudariku yang ku cintai karena Allah
Tanpa bermaksud menggurui aku menulis surat ini…
Berharap sesak di dada akan segera berkurang jika
Surat ini telah sampai padamu…


Sebagai saudari yang mengaku mencintaimu karena Allah
Aku punya kewajiban untuk menjagamu… ,menolongmu dan menasehatimu
Dan biar surat ini jadi ingatan untukku dan pula untukmu..


Surat ini kutujukan kepada engkau saudariku….
Saudari yang saat ini telah memiliki azzam yang kuat untuk meninggalkan cinta semu pada laki – laki yang belum jelas akan menjadi suami mu atau tidak….


Cinta yang pernah membuat mu buta… galau,… bahkan tak mengenal dirimu…
Cinta yang membuat mu meneteskan air mata yang tak tertahankan….
Membuat mu melamun dan mengganggu warasnya pikiranmu….


Cinta yang membuat hatimu rapuh..
Cinta yang hanya menyakitimu…
Cinta yang menjadikan dirimu kehilangan cita – cita bahkan mungkin kehilangan harga diri…..


Sekarang katakan,..Selamat tinggal pada cinta bodoh itu,…
Kini dirimu adalah mawar yang indah dengan duri – durinya,….
Duri – duri yang siap menusuk jika ada yang hendak memetik mu tanpa izin empunya…..


Saudariku,…..
Engkau telah menyadari cinta yang hadir padamu itu hanyalah sebuah cinta semu,…
Maka janganlah engkau biarkan cinta semu yang lain mengusikmu.….


Engkau,…Saudariku…
Pernah jatuh kedalam satu jurang jika bukan karena Allah mencintaimu …
mungkin engkau tak akan pernah menyadari bahwa dirimu
telah terjerembab dalam kemaksiatan yang nyata……


Engkau tau,… engkau bukan satu – satunya wanita korban laki – laki yang jahil itu,…
Begitu banyak saudari ku yang lain juga mengalami hal yang sama,..
Berjuta – juta dari mereka pernah berada dalam titik nadir sekalipun
Tapi mereka cerdas dan kini mereka sangat utama dalam perubahan…..
Ku ingin engkau pun seperti mereka…


Ketahuilah tak ada manusia tanpa cela,… karena kita bukan orang – orang yang ma’sum…
Tapi setiap cela yang pernah kita punya,. Kini tutupilah dengan perubahan indahnya ahlakmu….


Namun jika engkau tetap seperti dahulu… maka ku katakan…
Kerugian terbesar lah buat dirimu……


Jangan engkau naifkan,… Cinta yang suci dihatimu…
Cinta yang suci itu hanya diperuntukkan buat cinta yang suci pula..
Bukan pada laki – laki hidung belang yang hanya melelahkanmu…

Jangan engkau berkata,.. “Aku tak bisa hidup tanpa dia kekasihku….”


Duhai saudariku,.. tidakkah engkau sadar bahwa engkau sedang menduakan Allah yang telah menghidupkan mu dan kelak mematikanmu…??


Siapa dia yang mampu membuatmu tak bisa hidup????????????
Bahkan engkau tau,… laki – laki yang engkau tangisi itu…
Yang dengan berani nya kau katakan tak bisa hidup tanpanya…..
Jika saja Allah mencabut nyawanya,… sedetik pun ia tak bisa menolak,….
Lantas bagaimana mungkin engkau tak bisa hidup tanpanya……??????????????


Aku mengerti jika engkau butuh waktu untuk memulihkan perasaanmu
yang sedang di mabuk cinta semu itu…..
Tapi ketahuilah,…engkau hanya membutuhkan waktu 1 bulan
untuk memperbaiki hatimu bahkan bisa kurang dari 1 bulan,….
Asal engkau punya niat dan tekad yang kuat,….
Niat berubah untuk mengharapkan ridho Allah,…
Karena jika tak ada niat dan tekad yang kuat,…
Bertahun – tahun pun engkau akan berada dalam jeratan yang sama…..
Semua menjadi sia –sia….


Saudariku,…
Jangan pula engkau katakan,… bahwa dialah cinta terakhirmu….
Saudariku,. Engkau kah yang berhak mengatur cinta pertama dan terakhir???
Bukan rasa cinta itu anugerah yang Indah dari Allah….
Dan cukup Allah lah saja yang tau siapa cinta terakhirmu……
Jangan dahului ketentuan Allah untukmu,….


Cukup saudariku,…
Telah cukup dosa yang kita perbuat….
Jika bukan karena Allah menaruh kasihan pada kita…
Dan jika saja tiap dosa yang kita buat itu memberikan bekas luka di tubuh kita,..
Maka sungguh saat ini,..tubuh ini akan berbau busuk karena dosa – dosa itu…


Tapi sungguh Allah itu Maha Pemurah…
Maha Penyayang….
Hingga kini diri kita mulus tanpa luka….


Duhai saudariku,.. ku sudahi dulu surat ku ini..
Insya Allah surat ku yang lain akan kuberikan jika engkau telah benar – benar meninggalkan cinta semu itu….


Saudarimu,.. di bumi Allah…

-- Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku --



MENGGAPAI CINTA ALLAH



Assalamu'alaikum`warahmatullahi`wabarakatuh

ღ☆ღBismillahirrahmanirrahiim...

❀¸.••.❀ ..••.¸✿ ✿¸❀¸.••.❀

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Allah, Yang Maha Agung dan Mulia menjumpaiku - yakni dalam tidurku - kemudian berfirman kepadaku, "Wahai Muhammad, katakanlah : "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta mencintai perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu."

Dalam amal ubudiyah, cinta (mahbbah) menempati derajat yang paling tinggi. Mencintai Allah dan rasul-Nya berarti melaksanakan seluruh amanat dan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, disertai luapan kalbu yang dipenuhi rasa cinta.

Pada mulanya, perjalanan cinta seorang hamba menapaki derajat mencintai Allah. Namun pada akhir perjalanan ruhaninya, sang hamba mendapatkan derajat wahana yang dicintaiNya. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah, Yang Maha Agung dan Mulia menjumpaiku - yakni dalam tidurku - kemudian berfirman kepadaku, "Wahai Muhammad, katakanlah : /Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta mencintai perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu."/

Dalam buku "Mahabbatullah" (mencintai Allah), Imum Ibnu Qayyim menuturkan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allah. Bahwasanya cinta senantiasa berkaitan dcngan amal. Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan kalbu, disanalah cinta Allah berlabuh. Itu karena Cinta Allah merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji, bukan kecintaan yagn tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allah.

Tahapan-tahapan menuju wahana cinta kepada Allah adalah sebagai berikut:
-------------------------------------------------------------------------------------------
1. Membaca al-Qur'an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. Itu tidaklain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal danmampu menjelaskan al-Qur'an agar dipahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah swt. Al-Qur'an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan "Membaca Al-Qur'an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas mahluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan semacam itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia".

2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah setalah melakukan ibadah-ibadah fardlu. Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardlu dengan sempurna mereka itu adalah yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya adalah: shalat-shalat sunnah, puasa-puasa sunnah,sedekah sunnah dan amalan-amalan sunnah dalam Haji dan Umrah.

3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku, melaui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadsar kecintaan seseorang terhadap Allah tergantung kepada kadar dzikirnya kepadaNya. Dzikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :"Aku bersama hambaKu,s elama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu".

4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri. Memprioritaskan cinta kepada Allah di atas cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Artinya ia rela mencintai Allah meskipun beresiko tidak dicintai oleh mahluk. Inilah derajat para Nabi, diatas itu derajat para Rasul dan diatasnya lagi derajat para rasulul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah derajat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah.

5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma'rifat (mengenal) Allah s.w.t. Penglihatan kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kesadaran dan penglihatan kalbunya berkelana di taman ma'rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang siapa ma'rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af'al-af'al Allah dengan penyaksian dan kesadaran yang mendalam, niscaya akan dicintai Allah.

6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan batin akan mengantarkan kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.

7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut dengan khusyu'. Hati yang khusyu' tidak hanya dalam melakukan sholat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki.

8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Kapankan itu? Yaitu saat sepertiga terakhir malam. Di saat itulah Allah s.w.t. turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan sholat malam agar mendapatkan cinta Allah.

9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun akan mendapatkan cinta Allah s.w.t.

10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikai kalbu dan Al-Khaliq, Allah subhanahu wataala.

(¯`*•☆°•Hj.WHW Ksp•°☆•*´¯)
 
 

MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK


سْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ

Beberapa penyakit –penyakit sosial yang terjadi pada kita di tengah komunitas bisa diidentifkasi diantaranya adalah :

1. ketidakpedulian (tetapi bukan melupakan),
2. meninggalkan situasi tetap dalam kekeliruan,
tidak menghiraukan padahal lingkungan dalam kecerobohan.

Secara global tiga penyakit ini adalah merupakan human errors kelalaian manusia yang tidak berpikir beberapa langkah ke depan… yang menggiring diri kita sendiri pada situasi yang akhirnya terjepit atau terpuruk, terbelakang. Lebih jauh lagi apabila 3 sikap buruk ini dirujuk-benturkan pada tinjauan fungsional Abdillaah dan Khalifatullaah… karena cuek apatis, pessimistis dan terlanjur basah, ketiga hal itu ternyata berarti juga berarti mengabaikan atau secara DI SENGAJA tidak menghiraukan tujuan penciptaan diri kita sebagai manusia serta melanggar perintah melaksanakan kebenaran ajaran agama.


Manusia secara teori pada dasarnya bisa menerima perubahan … sekalipun kecepatannya mnerima perubahan itu pada tiap orang … temponya berbeda-beda.

Yang terjadi sesungguhnya , manusia itu enggan dirubah… bukan enggan berubah. (begitukah dikau ?)


Dalam konteks menata perubahan diri, seharusnya kita bertindak tak ubahnya sebagai seorang yang dituntut oleh suatu kondisi yang gimaaanaa gituu, yang harus membuat kita MAU GAK MAU, IKHLASH GAK IKHLASH POKOKNYA HARUS BERUBAH… ibarat kita masang alarm Bel di pagi dini hari (A WAKE UP CALL PROGRAM) yaitu bel yang kita set sendiri, memberisikkan kuping kita untuk membangunkan, yang begitu berbunyi membuat kita kesal bin dongkol , namun juga (seharusnya) berterima kasih… untuk selanjutnya kita berjingkat bangkit dari tidur sekalipun malas dan kantuk masih melekat.


Sebagian besar kita beranggapan perubahan itu baru boleh dilakukan kalau ada masalah, saat memasuki tahap krisis. Tapi coba pikir deh… Padahal, pada saat krisis, hampirlah tidak mungkin lho atau mustahil kita bisa melakukan perubahan secara sempurna.


Perubahan ganti suasana, warna dan pesona(apapun) pada saat sedang berada di titik rendah sangatlah rawan. Sebab pada saat itu kita sudah tidak mempunyai energi dan resources sama sekali untuk mengangkatnya kembali. (contohnya , perubahan dari nggak berjilbab kemudian berkeinginan MENJAGA AURAT DENGAN BERJILBAB) berubah jilbabab di kala siap mental dengan saat terpaksa bin malu karena si Doi, tentu mutu dan kualitas jilbabannya beda donggg.


Atau bila dalam kasus lain, bila kita memiliki ladang ekonomi, misalnya toko yang melibatkan beberapa anak buah dengan penataan outlet-outlet sedap dipandang… kita pengen berubah tapi kondisionalnya kita lagi nggak ada kepercayaan dari para supplier barang, pegawai yang handal pergi mogok kerja, cash flow defisit, produk unggulan tidak ada, bonus gaji buat karyawan Cuma janji tapi gak pernah direalisasi dsb.

Bukannya kita mendapat dukungan dari bawahan… malahan sebaliknya… bahkan yang ada adalah konflik, demo mereka yang kita naungi (anak buah), hutang dan tuntutan ancaman hukum sebagai konsekuensi.


Nah kalo demikian, bukankah perubahan itu seharusnya dilakukan di saat kita sedang WARAS ? Sebagai orang yang bertanggung jawab (minimal thd diri sendiri) kita teropong dengan mulai melihat strategi perubahan terbaik yang seharusnya dilakukan pada saat kita sedang mengalami masa senang-senang, yaitu saat penjualan kita sedang bagus dan semua orang bangga terhadap usaha kita.


Banyak lho… hal seperti ini gak disadari kebanyakan orang… karena terlanjur Pewe (posisi huuwwenaakk) celakanya justru pada saat tersebut, kita tidak tertarik untuk berubah melakukan perubahan. .. kita akan mengatakan : kalau gak ada yang rusak kenapa harus diganti…

padahal untuk mencapai hasil dari sebuah niat berinovasi, maka kita seharusnya berani mengatakan : kalau tidak segera diperbaiki maka ini akan rusak !

Perubahan pada tahap ini bisa kita sebut transformasi, yaitu pembenahan manajemen untuk menjawab pertanyaan seperti: Apa yang dapat kita lakukan agar menjadi lebih baik lagi? Apa saja kesalahan-kesalahan yang kita perbuat?


Emang sihh… diwaktu kita seharusnya berubah, kita masih eman-eman (sayang banget) dengan kondisi yang sudah terlanjur berjalan, (dah basah kecipratan nih) Padahal disaat seperti inilah strategi perubahan perubahan harus kita lakukan kerjakan secara paradox (seolah sambil lalu/dan tak terasakan/evolutif), yaitu paradox of change… maksudnya ginih , MELANGKAH AJA DULU DI ANAK TANGGA BARU, pada saat perubahan itu harus dilakukan… ENTAR JUGA DI DEPAN AKAN DITEMUKAN INSPIRASI ATAU IDE BARU SESUAI SITUASI DAN KONDISI KEMAMPUAN DIRI… karena secara teoritis seperti telah diulas di atas, pada saat kita dituntut untuk berubah, kita saat itu sudah tak punya daya sama sekali.


Tinggal kita nya deh … mau berubah apa kagak? Maukah kita memasuki sesuatu bidang baru dengan gagah berani?


Mungkin akan terfikir, Tar dulu, bukankah memasuki medan baru selalu ada resikonya…?


Maka pertanyaannya adalah … bila kita memasuki the right track maka apakah kita bisa langsung performakan dengan baik ? Not yet, tentu saja tidak. Setiap permulaan pasti bikin kita grogi dan merasa sulit dan pasti akan banyak ditemui kendala-kendala di depannya. (karena kita baru ngeduga.


Tetapi kekonsistenan dan berani mencoba yang baru… dan terus memperbaiki diri, maka lama kelamaan akan perform (jejeg ajeg mapan) uga yait melakukan the right thing dan done it very well.


Itulah sebabnya diperlukan keberanian, konsep yang jelas dan cara kerja yang efisien.

Tentu saja tidak semua perubahan seperti ini berakhir dengan sukses. Ada kalanya kita dipaksa untuk merubah sesuatu yang sifatnya sangat mendasar dan tak ada cara laen selain melakukannya dengan penuh pengorbanan.


Kalo kata orang sih… Kalo elo elo pade kagak ade nyang mo berkorban, maka mane mungkin adenye perubahan…! So cuman ntu aje kayaknya belon cukup, dibutuhkan semacam adanya karakter LEADER pemimpin untuk melakukan perubahan.


Karakter ini bisa kita sebut The Hamka type… yaitu kejujuran, rendah hati, cinta kasih, disiplin diri dan keberanian teguh dalam menghadapi fakta - fakta brutal yang bisa merusak kehidupan.

Perubahan tidak akan mungkin dilakukan dengan hanya merubah system tanpa memperhatikan kesiapan manusia-manusianya.

So, dengan demikian kita berkeyakinan bahwa manusia sesungguhnya buakn enggan berubah… melainkan perlu menyadari bahwa perubahan itu justru menjadi tuntutan bagi dirinya. Bagaimana tahapan perubahan manusia … mungkin kita bisa menengok bagaimana para hewan ciptaan Allaah yang berubah bentuk: Nyamuk, Kodok, Kupu-kupu, Lalat dsb.

Mari kita simak kalimat di bawah ini,
-------------------------------------------


When you change your Thinking (fikiran) You change your beliefs (keyakinan diri)

When your change your beliefs, You change your expectations (harapan)

When you change your expectations, you change your attitude (sikap)

When you change your attitude, you change your behavior (tingkahlaku)

When you change your behavior, you change your performance (kinerja)

when you change your performance, you change your destiny (garis hidup)

and That s meaning YOU CHANGE YOUR LIFE (HIDUP)


SESUNGGUHNYA ALLAAH TAK AKAN MENGUBAH APA YANG TERDAPAT PADA KEADAAN SUATU KAUM, SEHINGGA MEREKA MENGUBAH SENDIRI APA YANG TERDAPAT DALAM DIRI (SIKAP MENTAL) MEREKA

BERUBAH YOK…. !

-- oleh Hanz Hsu --


Berbuatlah Karena Allah



Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Problematika besar bangsa ini sejatinya bermula dari sebuah kerusakan kecil. Seperti peristiwa kebakaran hebat, ia bermula dari percikan api yang kecil. Karena itu, kita harus senantiasa mengantisipasi terjadinya kerusakan kecil agar tidak telanjur makin besar. Kerusakan kecil itu ialah ketidakmurnian niat dalam berbuat atau melakukan sesuatu. Islam sangat memperhatikan masalah niat. Niat yang salah (tidak karena Allah) akan menghilangkan pahala dari kebaikan yang dilakukan meskipun amal tersebut tergolong amal saleh yang dicintai Allah dan rasul-Nya. “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi, sekalipun seseorang mampu merangkai kata-kata indah nan memukau atau mampu bekerja keras dengan penuh semangat, tapi tidak diniati karena Allah, sia-sialah semuanya. Niat yang buruk atau niat yang ditumpangi oleh kepentingan nafsu akan menimbulkan perselisihan serius sehingga menyebabkan terjadinya perdebatan, pertengkaran, perkelahian, bahkan permusuhan dan dendam. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak.

Kita harus memastikan secara jernih bahwa yang kita lakukan benar- benar semata-mata karena Allah agar mendapat keridhaan-Nya. Jika sudah memastikan bahwa yang kita lakukan adalah murni karena Allah, lalu direspons keliru oleh orang lain, janganlah terprovokasi untuk marah. Tetaplah tenang dan bersegeralah mengingat Allah. Bahkan jika perlu, mohonkanlah ampun buat orang tersebut dan bermusyawarahlah bersamanya dalam mengambil keputusan. “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS [3]: 159).

Demikianlah yang dicontohkan oleh Khalid bin Walid. Tatkala ia dinonaktifkan sebagai panglima jenderal kaum Muslimin oleh Khalifah Umar bin Khattab, Khalid sama sekali tidak bereaksi negatif, justru ia bersyukur karena Allah telah membebaskan dirinya dari besarnya amanah yang sangat berat. Ketika ditanya oleh sahabatnya perihal penonaktifan dirinya, Khalid menjawab singkat, “Saya berjihad ini karena Allah, bukan karena Umar.” Khalid tetap dalam pasukan meskipun berubah posisi hanya sebagai prajurit biasa.

Sebagai seorang Muslim, sikap seperti itulah yang harus kita pelihara dalam diri kita, yaitu menjaga kemurnian niat dalam berbuat. Jangan sampai hanya karena tidak lagi diberi kesempatan memimpin, lalu langsung meradang dan mencemooh semua orang. Begitupun bila kita sebagai pemegang kebijakan, hendaknya mengambil keputusan atas dasar niat suci karena Allah yang disertai dengan musyawarah. Jangan sampai membuat keputusan atas dasar kepentingan diri (otoriter), apalagi hanya karena pengaruh pihak lain.

Saat ini dan ke depan, marilah kita tata kembali niat dalam berbuat dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT. Sekiranya semua umat Islam memahami hal ini dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, akan terbinalah ukhuwah Islamiyah.

Wallahu a’lam.
 
 

Copyright © 2013. Aqillah Aziz